Antisipasi muncul kasus, sebanyak 93.840 anak di Sukoharjo dibidik vaksinasi polio
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah melaksanakan vaksinasi Polio bagi anak usia 0 - 7 tahun, Senin (15/1/2024).

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah melaksanakan vaksinasi Polio bagi anak usia 0 - 7 tahun, Senin (15/1/2024). Dinas kesehatan setempat menurunkan petugas mendatangi sekolah-sekolah. Total anak yang dibidik vaksinasi sebanyak 93.840 anak dan sebagian besar adalah anak sekolah baik pendidikan usia dini (PAUD) maupun siswa kelas 1 setingkat SD.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu menegaskan, program ini sebagai langkah antisipasi penanggulangan penularan virus Polio. Menyusul temuan kasus lumpuh layu akut atau acute flaccid paralysis (AFP) yang disebabkan virus Polio tipe 2 di Kabupaten Klaten. "Vaksinasi Polio berbeda dengan vaksinasi reguler ini adalah vaksinasi KLB. Jadi, yang menetes harus tenaga kesehatan," kata dia.
Kabupaten Sukoharjo sendiri dinilai memiliki rasio risiko penularan yang cukup tinggi karena menjadi daerah yang berbatasan langsung dengan lokus temuan kasus. Penyakit Polio menular dan orang terpapar penyakit ini menyebabkan penderita mengalami kecacatan permanen.
Menurut Tri Tuti Rahayu, pemberian vaksin Polio dilaksanakan dalam dua putaran yakni tanggal 15 - 21 Januari 2024 dengan target penyelesaian satu minggu ditambah lima hari sweeping atau penyisiran. Jeda antar putaran satu bulan, sehingga putaran kedua bakal dilaksanakan pada Bulan Februari mendatang, yakni tanggal 15 - 21 Februari. DKK memasang target cakupan setiap putaran sebanyak 95 persen setiap putaran. "Kami menyediakan pos-pos vaksinasi hingga tingkat desa," ungkapnya.
Dia menambahkan, ada sebanyak 113 tenaga kesehatan ditugaskan di semuruh balai desa, 284 petugas di Posyandu. Kemudian 252 mencakup MI dan SD serta 313 PAUD dimana tenga kesehatan yang dilibatkan sebanyak sekolah sasaran. Vaksinasi ini berbeda dari vaksinasi reguler karena vaksinasi khusus KLB, sehingga harus diberikan oleh tenaga kesehatan yang ditugaskan DKK menjangkau lokasi terdata. "Petugas sesuai dengan jumlah sebaran lokasi vaksinasi," ujarnya.
Sedangkan jumlah vaksin Polio yang disediakan sebanyak 4.429 vial. Untuk anak usai dibawah lima tahun (balita) maupun yng berhalangan saat disasar program, vaksinasi bisa disusulkan di Puskesmas. Pihaknya menegaskan tidak ada peringatan dampak ikutan pasca vaksinasi. "Vaksinnya tetes," ucapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Selasa (16/1).